TIPS SUKSES USKP
Berkiprah sebagai konsultan pajak, adalah salah satu karir yang ditawarkan oleh
dunia pajak. Namun menjadi seorang konsultan pajak bukan perkara yang gampang.
Kampiun memahami peraturan perpajakan, memiliki kemampuan berkomunikasi yang
baik, memiliki jaringan yang luas, adalah bekal utama untuk menjadi konsultan
pajak. Namun bekal itu akan tidak berarti jika yang bersangkutan belum lulus
USKP.
USKP, alias Ujian Sertifikat Konsultan Pajak, memang tidak melulu ditempuh oleh
orang pajak untuk menjadi konsultan pajak. Banyak juga para profesional non
pajak yang mengikuti USKP untuk mempercantik Curriculum Vitae-nya. Biasanya,
mereka ini adalah orang-orang yang berltar pendidikan accounting.
Namun apa pun motifnya, mengikuti USKP sudah pasti disertai dengan keinginan
untuk bisa lulus. Untuk itu, para peserta biasanya sudah membekali diri dengan
pengetahuan perpajakan yang mantap. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa jumlah
peserta USKP yang lulus ujian dengan yang tidak, lebih banyak yang tidak lulus.
Percaya atau tidak, bahkan ada peserta yang sangat jago pajak sudah menjadi
instruktur pajak pula yang harus mengulang ujian terlebih dahulu sebelum
kemudian dinyatakan lulus !
Itu berarti, kemampuan pajak bukanlah satu-satunya syarat bagi seseorang untuk
dapat sukses “menundukkan” USKP. Ada faktor-faktor lain di luar pajak yang
mungkin terlihat sangat sepele, tapi dapat menentukan keberhasilan menempuh
ujian ini. Apa yang akan diuraikan dalam artikel ini bukan rekayasa bahasa,
tetapi diilhami dari pengalaman pribadi penulis dan rekan-rekan yang sudah
berhasil lulus USKP. Jadi, selama membaca, dan semoga lulus USKP !
Sekilas USKP
Secara teoritis, yang dimaksud dengan Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak
adalah ujian yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia untuk
memperoleh Sertifikat Konsultan Pajak. Sedangkan Sertifikat Konsultan Pajak
adalah sertifikat yang menunjukkan tingkat keahlian seorang Konsultan Pajak
dalam memberikan jasa profesional di bidang perpajakan, yang diperoleh setelah
yang bersangkutan lulus Ujian Sertifikat Konsultan Pajak. Sedangkan Sertifikat
Konsultan Pajak adalah sertifikat yang menunjukkan tingkat keahlian seorang
Konsultan Pajak dalam memberikan jasa profesional di bidang perpajakan, yang
diperoleh setelah yang bersangkutan lulus Ujian Sertifikat Konsultan Pajak.
Ada tiga tingkatan sertifikat yang diujikan dalam USKP, yaitu sertifikat A, B
dan C Sertifkat A adalah sertifikat untuk menjadi konsultan pajak bagi orang
pribadi, sertifikat B untuk menjadi konsultan pajak bagi Wajib Pajak badan,
sedangkan sertifikat C adalah untuk menjadi konsultan Pajak Internasional. USKP
biasanya diadakan dua kali dalam setahun yang diselenggarakan oleh Ikatan
Konsultan Pajak Indonesia.
Mata kuliah yang diujikan dalam USKP, pada dasarnya sama untuk tiap-tiap
sertifikat yang ingin didapatkan. Tetapi, kasus yang diberikan di dalam USKP
tersebut disesuaikan dengan tiap-tiap sertifikat di atas Mata ujian tersebut
terdiri dari :
Untuk USKP A :
- Akuntansi Perpajakan
- Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP) / Surat Pemberitahuan (SPT) PPhOP ;
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan SPT PPN ;
- Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Penagihan Pajak dengan Surat
Paksa (PPSP), Pengadilan Pajak (PP) ;
- PPh Pasal 22, 23, 26
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
(BPHTB), Bea Meterai :
- PPh Pasal 21 dan SPT 1721 ;
- Kode Etik Profesi.
Untuk USKP B :
- Akuntansi Perpajakan ,
- PPh badan dan SPT PPh ;
- PPN dan SPT PPN ;
- KUP / PPSP / PP ;
- PPh Pasal 21 dan SPT 1721 :
- Kode Etik Profesi.
Untuk USKP C :
- Akuntansi Perpajakan ;
- PPh OP dan SPT PPh OP ;
- SPT PPh Badan ;
- KUP, PPSP, PP ;
- Perpajakan Internasional ;
- Kode Etik Profesi.
Syarat-syarat untuk dapat mengikuti USKP antara lain adalah berpendidikan
sarjana, melampirkan foto copy ijazah sarjana, melunasi biaya-biaya pendaftaran
dan biaya ujian. Lebih detail mengenai hal ini dapat ditanyakan kepada IKPI via
telepon ataupun akses langsung ke website IKPI di www.ikpi,.or.id.
Trik Sukses USKP
Setiap orang pasti mempersiapkan dirinya dengan baik untuk menghadapi ujian
apapun, dengan cara atau triknya masing-masing. Ada yang mencoba menghafal
sesuatu dengan menggunakan bantuan jembatan kedelai, ada yang belajar sambil
mendengarkan musik, ada pula yang belajar dengan cara membuat resume. Trik-trik
berikut ini tidak berkaitan dengan bagaimana memahami pajak dan USKP, tapi
lebih kepada hal-hal non teknis yang sering kita abaikan.
• Dapat Soal-soal USKP yang Pernah Diujikan Sebelumnya
Sebelum bertempur, seorang tentara biasanya sudah mencari tahu dahulu
situasi dan kondisi medan peperangan yang akan dilewatinya. Sangat mungkin, ia
akan jauh lebih mudah bertempur dibandingkan dengan tentara yang benar-benar
buta akan medan peperangan tersebut. Begitu pula hendaknya seorang peserta
USKP. Salah satu cara yang dapat memudahkan peserta mengerjakan soal-soal USKP
adalah mencari tahu soal-soal yang sudah pernah diujikan sebelumnya.
Dengan mengetahui soal-soal USKP yang sudah pernah diujikan, kita bisa
mendapatkan gambaran soal USKP yang nanti akan kita hadapi. Jadi, kita tidak
terlampau kaget atau buta tentang soal-soal tersebut dan akan lebih siap
menghadapi USKP nanti. Melakukan hal ini tidak membuatn waktu, sebab jika
diperhatikan, sebagian besar soal-soal USKP sebenarnya bertipe sama.
Soal-soal USKP bisa didapatkan dari berbagai media. Indonesia tax Review salah
satunya. Pembaca Indonesia Tax Review bisa mendapatkan soal-soal USKP plus
pembahasannya di setiap edisi ganjil dalam rubrik Who Wants To Be A Tax
Consultant. Di luar itu, sudah ada buku-buku yang khusus membahas tentang
soal-soal USKP yang tersedia di berbagai toko buku. Anda tinggal membelinya
jika mau.
• Kerjakan Soal-soal Ujiannya
Soal USKP yang biasanya panjang dan sepintas terlihat rumit, bisa membuat
seseorang – apalagi yang belum pernah melihatnya – sudah keder duluan. Padahal,
bisa jadi itu hanya tampilan luar soalnya saja, sedangkan jawabannya cukup
sederhana.
Akan tetapi, soal yang panjang umumnya butuh untuk dipahami terlebih dahulu
sebelum dikerjakan. Dan hala ini, cukup memakan waktu. Terlebih lagi, soal USKP
biasanya menyajikan informasi atau data yang cukup banyak yang dapat membuat
kita bingung untuk memulai mengerjakannya.
Untuk mengantisipasi hal di atas, soal-soal USKP yang sudah didapatkan jangan
hanya sekedar diperhatikan atau dibaca saja. Itu hanyalah langkah setengah-setengah
yang hasilnya tidak akan efektif. Yang kita butuhkan tidak hanya sekedar
mengetahui atau pernah membaca soal-soal ujian tersebut, tetapi keterbiasan
mengerjakannya. Artinya, kita harus sering-sering latihan mengerjakan soal
USKP.
• Latihan Menulis Cepat
Tips yang satu ini sangat penting bagi mereka yang sudah tidak terbiasa
menulis dengan tangan. Peserta USKP yang sudah bekerja masuk kategori ini,
sebab biasanya mereka terbiasa menulisdengan menggunakan komputer. Peserta yang
baru lulus sarjana, bisa jadi lebih diuntungkan dari sisi ini sebab masih
terbiasa menulis dengan menggunakan tangan.
Jawaban soal-soal USKP akan sangat cepat dibuat jika diketika dengan
menggunakan komputer. Sangat berbeda halnya jika kita harus menulis dengan
tangan, apalagi jika sudah tidak terbiasa plus masih memikirkan jawaban soal
yang ditanyakan. Bisa-bisa belum selesai menuliskan jawaban, tangan sudah pegal
dan keriting duluan. Sayang bukan jika waktu habis terbuang hanya karena
persoalan tulis – menulis ?
• Menulislah dengan Rapi dan Dapat Dibaca
Tulisan yang rapi-minimal dapat dibaca akan lebih disenangi oleh pemeriksa
ujian mana pun. Bayangkan apa yang ada di benak pemeriksa USKP, kala melihat
sebuah kertas jawaban yang penuh dengan tulisan cakar ayam. Bisa pusing sebelum
sempat membaca dengan jelas jawaban Anda. Juga, jangan lupa bahwa pemeriksa
ujian tidak hanya memeriksa kertas ujian Anda, tetpai ratusan kertas ujian
lainnya. Karena itu, latihlah menulis dengan tulisan yang dapat dibaca.
• Jangan Lupa Membawa UU
Menjawab soal-soal USKP biasanya harus disertai dengan dasar hukum yang
melandasi jawaban peserta. Namun, adalah satu hal yang sanga sulit untuk
menghafal undang-undang perpajakan. Sebab kita tahu undang-undang kita memuat
ketentuan yang cukup bejibun. Kalaupun mampu menghafal, biasanya hanya pasalnya
saja, dan bukan ayat per ayatnya.
Berkaitan dengan hal itu, para peserta USKP biasanya mendapatkan satu paket
undang-undang perpajakan setelah selesai mendaftar ujian. Jadi, jangan keburu
membeli paket undang-undang sendiri. Trik selanjutnya adalah jangan lupa
membawa paket undang-undang tersebut di saat ujian. Ini bukan berarti peserta
diperbolehkan mencontek, karena undang-undang memang boleh dibuka pada saat
ujian.
• Jangan Lupa Membawa Kalkulator dan Latihan Menghitung dengan
Kalkulator.
Kalkulator adalah benda yang sangat penting untuk dibawa ketika ujian USKP.
Sebab, sebagian besar soal-soal ujian USKP adalah soal-soal yang berhubungan
dengan angk. Entah itu menghitung PPN lebih atau kurang bayar, PPh badan, PPh
orang pribadi, dan lain sebagainya.
Anda bisa membayangkan betapa repotnya jika harus menghitung satu per satu
angka – angka tersebut tanpa kalkulator. Salah sedikit saja, Anda harus
mengulang menghitung kembali. Skalipun Anda adalah orang yang jago mencongak,
pasti membutuhkan waktu. Sebab, kita tidak hanya harus menghitung dengan tepat,
tapi juga memikirkan benar atau tidaknya jawaban dari sudut pandang pajak.
Yang tidak kalah penting adalah cek kembali berfungsi atau tidaknya kalkulator
tersebut. Kalau tiba-tiba mati di tengah ujian yang masih berlangsung, Anda
pasti kelabakan dan hal ini secara psikologis akan mempengaruhi konsentrasi
Anda selanjutnya. Ada baiknya Anda membawa dua buah kalkulator. Jangan
bergantung pada pinjaman, karena belum tentu Anda mendapatkan.
• Siapkan Stamina
Pelaksanaan USKP sangat berbeda dari ujian-ujian yang biasa ditemui di
bangku kuliah atau di tingkat bawahnya. USKP dilaksanakan dalam kurun waktu
beberapa hari tanpa jeda. hAl yang berbeda lainnya adalah dalam sehari seorang
peserta dapat menempuh sampai dengan tiga mata ujian. Memang, ada jeda antara
masing-masing mata ujian, tetapi tetap saja hal itu cukup berat.
Untuk menghadapi hal tersebut, jelas dibutuhkan stamina yang kuat dari tiap
peserta. Peserta hendaknya berada dalam kondisi yang fit saat menempuh
USKP. Flu atau sakit kepala saat USKP, sudah pasti akan mengganggu konsentrasi
peserta. Kalau perlu, minumlah vitamin agar kondisi badan lebih kuat. Jangan
lupa untuk sarapan sebelum menempuh ujian.
• Ingat Tentang Kode Etik
Kode etik konsultan pajak adalah salah satu mata ujian dalam USKP. Seperti
halnya undang-undang, panitia USKP juga menyediakan buku tentang kode etik
sebagai konsultan paja. Dan buku ini, boleh dibuka selama ujian berlangsung.
Jika diperhatikan, buku ini adalah buku yang paling tipis. Pasal-pasal di
dalamnya pun hanya sedikit, tidak seperti pasal-pasal dalam undang-undang pajak
yang terhitung banyak dan njelimet. Namun demikian, dari tahun ke tahun
penyelenggaraan USKP, ada saja peserta yang tidak lulus mata ujian yang satu
ini. Apa pasal ?
Jika diperhatikan, kemungkinan penyebabnya adalah para peserta yang tidak lulus
tersebut kurang memperhatikan kelengkapan jawaban yang diminta. Pertanyaan
tentang kode etik biasanya tidak hanya menuntut jawaban mengenai pasal yang
menjadi acuan jawaban peserta. Akan tetapi, juga meminta pendapat pribadi dari
peserta. Kemungkinan besar, nilai untuk pendapat peserta jauh lebih besar
dibandingkan dengan nalai untuk pilihan pasal yang diambil. Jika benar
demikian, cukup wajar jika peserta menjadi tidak lulus.
• Berikan Alasan yang Lengkap
Dalam beberapa hal, USKP memang hampir sama dengan ujian-ujian yang dihadapi
kala duduk di bangku kuliah khususnya untuk bidang studi atau jurusan pajak.
Biasanya, ujian-ujian pajak menuntut mahasiswa untuk memberikan alasan seputar
jawaban yang kita berikan. Dan besar kecilnya penilaian yang diberikan dosen
bergantung pada hal ini.
Hal yang sama juga berlaku di USKP. Jenis pertanyaan dalam USKP seperti :
“Apakah transaksi di atas terutang PPN ?” Sangat membutuhkan alasan dari
peserta, tidak hanya sekedar jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’.
Jika seorang konsultan pajak tidak dituntut untuk memberikan penjelasan yang
tepat, bisa membahayakan kualitas konsultan pajak Indonesia ke depan. Dan
karena itu, adalah hal yang wajar jika nilai yang diberikan untuk alasan
peserta berporsi cukup tinggi. Jadi, hati-hati dengan hal ini.
• Tentukan Visi dan Sikap Anda Sebagai Calon Konsultan
Tips yang satu ini dapat berguna kala menjawab pertanyaan dalam mata ujian
kode etik konsultan pajak. Kadang-kadang, pertanyaan dalam ujian kode etik
tidak hanya bersifat text book, tetapi lebih kepada opini atau analisis dari
peserta. Misalnya saja pertanyaan tentang pendapat atas kasus ‘rebutan klien’.
Menjawab pertanyaan itu tentu tidak memerlukan hapalan atau contekan dari
undang-undang, tetapi murni lahir dari pendapat pribadi peserta. Oleh karena
itu, peserta harus mempersiapkan diri. Akan lebih mudah melakukan hal ini jika
Anda telah mempunyai visi dan menetapkan sikap seabgai seorang calon konsultan.
• Persiapan dengan Sematang Mungkin
Ujian apa pun tentu harus dipersiapkan dengan sematang mungkin. Jika tidak,
maka konsekuensi yang paling logis yang bisa dihadapi oleh kira adalah
kegagalan. Meskipun bukan ujian dibangku pendidikan, hal yang sama tentu
juga berlaku dalam USKP.
Namun demikian, kegagalan yang dihadapi dalam USKP memiliki efek multiplier.
Pertama, si peserta harus mengulang mata ujian yang gagal, dan ini pasti
membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam. Jika biaya ujian ditanggung kantor,
bisa-bisa hal itu menurunkan kredibilitas peserta. Kedua, hal itu dapat membuat
peserat tidak diperbolehkan mengikuti USKP tingkat berikutnya sampai ia lulus
mata kuliah tersebut.
• Last But Not Least : Doa
Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita adalah atau kekuasaan dan izin
Tuhan. Dialah yang mengetahui, mengatur, menetapkan setiap hal, dari yang kecil
sampai dengan yang tidak terbayangkan oleh kita.
Bisa jadi, Anda merasa gugup, tidak enak badan, dan mengalami hal-hal negatif
lainnya yang dapat merusak konsentrasi Anda dalam menghadapi USKP. Tapi
yakinlah, jika Anda meminta kelancaran mengerjakan USKP kepada Tuhan, dan Anda
sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, Insya Allah Tuan akan mempermudah
jalan kelulusan Anda. Karena itu, berdoalah sesuai dengan keyakinan Anda
masing-masing sebelum memulai USKP.
PENUTUP
Tips yang dikemukakan di atas mungkin sepele. Tapi bayangkan betapa
menyesalnya kita nanti, jika sudah susah payah belajar untuk menjadi konsultan
pajak, namun kita gagal USKP hanya karena hal-hal yang tadinya kita anggap
remeh. Semoga tidak demikian.
No comments:
Post a Comment